2 Aktivis Vegan Dinyatakan Bersalah atas Tindak Kriminal Perusakan Toko Daging di Prancis

2 Aktivis Vegan Dinyatakan Bersalah atas Tindak Kriminal Perusakan Toko Daging di Prancis – Pengadilan Prancis menjatuhkan vonis 10 bulan serta 6 bulan penjara pada dua aktivis vegan yang kerjakan serentetan serangan brutal pada toko daging ditempat. Perkara sama dengan disebut yaitu perkara pertama di Prancis yang berakhir di pengadilan.

Selasa (9/4/2019) , dua aktivis bernama Cyrile (23) serta Mathilde (29) dikatakan bersalah atas tindak kejahatan perusakan seusai pecahkan kaca jendela serta kerjakan pembakaran pada kios tukang daging, penjual ikan, restoran serta beberapa toko yang jual daging di kota Lille, Prancis sisi utara. Tindakan penyerangan itu dikerjakan pada November 2018 sampai Februari 2019.

Dalam persidangan yang dihelat di Lille pada Senin (8/4) waktu ditempat, ke-2 aktivis itu dijatuhi vonis, semasing 10 bulan penjara serta 6 bulan penjara.

Tapi kelihatannya ke-2 aktivis itu akan ‘lolos’ dari jeruji besi, sebab peraturan hukum di Prancis mengendalikan jika vonis penjara kurang dari dua tahun dapat diarahkan jadi hukuman pelayanan warga.

” Kita dibutuhkan contoh buat mereka supaya aksi-aksi oleh golongan kecil dengan inspirasi ekstremis serta sangatlah kejam ini selesai, ” kata Kepala Federasi Tukang Daging ditempat, Laurent Rigaud, dalam pengakuannya.

Dua aktivis yang lain yang ikut serta tindakan penyerangan itu dijatuhi hukuman uji-coba enam bulan oleh pengadilan.

Pengadilan ditempat pula memerintah pembayaran kompensasi untuk beberapa korban, yang bisnisnya diramalkan alami kerugian sampai juta-an Euro karena tindakan brutal beberapa aktivis itu.

Beberapa aktivis yang ikut serta tindakan penyerangan ini dimaksud datang dari pergerakan yang menyebutkan diri jadi ‘anti-spesiesisme’, yang menampik inspirasi jika manusia menduduki tempat paling tinggi dalam hierarki spesies serta mengkonsumsi binatang. Spesiesisme pada prinsipnya adalah pandangan yang percaya superioritas manusia menuju pada eksploitasi binatang.

Beberapa aktivis ini pula disebut yaitu aktivis vegan, panggilan untuk beberapa orang yang tak mengkonsumsi semua produk hewani lewat cara keseluruhan. Vegan tidak sama dengan vegetarian yang cuma berhenti makan daging, tapi masihlah mengkonsumsi protein hewani seperti susu serta telur.

Dalam persidangan, beberapa aktivis ini mengatakan mereka ikut serta ‘penggerebekan malam hari’ waktu mereka pecahkan kaca jendela serta mencorat-coret semboyan yang berbunyi ‘Stop Speciesism’ serta ‘Assassins’ pada beberapa toko atau restoran yang jual daging.